Sorong, 08 Februari 2025– Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong semakin meneguhkan komitmennya dalam mengimplementasikan konsep kampus multikultural. Dalam upaya tersebut, UNIMUDA Sorong berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., yang turut hadir dalam acara akademik di kampus.
Dalam sambutannya, Prof. Haedar Nashir menekankan bahwa keberagaman budaya di Indonesia merupakan aset yang harus dijaga dan dikembangkan, termasuk dalam dunia pendidikan. “Kampus harus menjadi rumah bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, dan budaya. Implementasi kampus multikultural bukan hanya sebatas wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan, kurikulum, serta praktik kehidupan kampus sehari-hari,” ujarnya.
Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si., menyampaikan bahwa konsep kampus multikultural telah menjadi bagian dari identitas UNIMUDA Sorong. “Kami ingin menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan menghargai keberagaman. Kampus multikultural bukan hanya soal menerima perbedaan, tetapi juga bagaimana kita bisa saling memahami dan membangun kebersamaan,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, Prodi PPKn UNIMUDA Sorong turut memperkenalkan berbagai program yang mendukung implementasi kampus multikultural, di antaranya:
-
Kurikulum Berbasis Multikulturalisme – Integrasi nilai-nilai toleransi, demokrasi, dan hak asasi manusia dalam mata kuliah PPKn.
-
Program Sahabat Multikultural – Sebuah program mentoring bagi mahasiswa baru dari berbagai latar belakang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan akademik.
-
Dialog Lintas Budaya – Forum diskusi dan seminar yang melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, serta mahasiswa dalam membahas isu-isu keberagaman.
-
Festival Budaya Nusantara – Kegiatan tahunan yang menampilkan keanekaragaman seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
“Sebagai mahasiswa, kami harus menjadi agen perdamaian dan persatuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai multikultural dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Dengan adanya dukungan dari PP Muhammadiyah dan keterlibatan aktif mahasiswa serta dosen, diharapkan UNIMUDA Sorong dapat menjadi model bagi kampus lain dalam mengembangkan kampus yang multikultural, inklusif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai kebangsaan.**